kebudayaan yang mulai tertinggal, yaitu:
1. zapin(belangkah)
2. hadrah
tar
3. berzanji
4. bersyair
5. tumbangapam
adat perkawinan bagi keturunan raja keratin suhaid yang tidak digunakan
lagi :
nikah atau selamatan menggunakan pakaian teluk belangak dan besinsin
bagi pria, dan wanita memakai kebaya khusus kerajaan dan memakai selendang juga
pakai jambul.
Perayaan setelah menikah 1-7 hari masih acara zapin dan begambus. Biasanya
untuk menyambut tamu diiringi dengan budaya tersebut. Untuk baju teluk belangak
juga terdapat sejenis jas khusus kerajaan. Mengundang (manggil) kaum kerabat memakai jas besinsin pakai
sarung dan menggunakan paying bewarna kuning biar dapat dikenali bahwa itu utusan
dari kerajaan. Masih terdapat acara dalam perkawinan dikerajaanya itu becupin
dengan mengenakan pakaian amburadur yang sesuai dengan karakter. Biasanya membawa
keranjang (ladung) wajah diolesi dengan arang, lumpur, dll. Acara hantaran (besurung)
diiringi dengan balas pantun dari dua belah pihak mempelai. Pada acara selamatan dua mempelai dimandikan (mandijuruk)
dengan air suci yang dimasuk kedalam tempayan yang di isi dengan semacam pelepah
kelapa (dianyam).
Budaya kerajaan suhaid sama dengan budaya kerajaan selimbau dan jongkong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar